Keluarga Harmonis, Tekanan Darah pun Rendah

ANDA mungkin tidak menyangka bahwa kehidupan keluarga yang harmonis bakal mempengaruhi kesehatan Anda secara umum, terutama tekanan darah. Sebuah penelitian di awal hipotesisnya menyebutkan bahwa kehidupan keluarga yang membahagiakan sangat baik bagi tekanan darah. Sebaliknya kehidupan keluarga yang gonjang-ganjing terus menerus justru tidak lebih baik dibanding mereka yang hidupnya sendiri alias singel.

Namun, temuan kedua justru mengejutkan. Dikatakan bahwa orang yang sudah menikah justru cenderung lebih sehat dibanding mereka yang masih singel. Demikian diungkapkan sang periset, Julianne Holt-Lunstad.

Menurut asisten profesor bidang psikologi dari Brigham Young University ini, butuh waktu yang ada lama untuk meneliti lebih lanjut bagaimana kondisinya (kesehatan) dalam jangka waktu lama.

Penelitian yang yang dipublikasikan secara online oleh Annals of Behavioral Medicine, Kamis (20/3), melibatkan sekurangnya 204 pasangan dan 99 singel. Kebanyakan dari mereka adalah orang kulit putih. Tidak jelas, apakah hasilnya bakal sama bila etnik lain yang diteliti, jelas Holt Lunstad.

Para relawan ini memakai alat yang dapat merekam tekanan darah mereka di waktu-waktu tertentu secara acak selama 24 jam. Para peserta yang menikah juga mengisi kuestioner mengenai pengalaman mereka selama menikah.

Dari analisis yang dibuat ditemukan bahwa mereka yang menikah merasa lebih puas dan tekanan darahnya lebih rendah dibanding yang tidak selama 24 jam lebih pemantauan.

Namun demikian, ditemukan juga bahwa pasangan yang merasa tidak puas dengan pernikahannya memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibanding mereka yang singel. Sepanjang siang hari, rata-rata ketinggian mencapai poin lima, nyaris mendekati tanda-tanda bahaya.

"Saya pikir, penelitian ini layak diperhatikan," ujar Karen Matthews, profesor psikiatri, psikologi dan epidemiologi di Universitas Pittsburg. Karena adalah peneliti hubungan antara penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Beberapa penelitian yang menilai risiko tingginya tekanan darah mempelihatkan bahwa kualitas pernikahan justru lebih rentan dibanding status pernikahan itu sendiri, jelas Karen.

Jadi, sangat masuk akal, bahwa kualitas lebih penting dibanding proses pernikahan itu sendiri ketika kita membicarakan soal tekanan darah , tegas Dr. Brian Baker, associate profesor psikiatri di Universitas Toronto

Sumber dari Om Kompas

Nafas Anda Bau ?

Nafas Anda Bau ?

Anda bermasalah dengan bau nafas ? Nggak pede, karena teman-teman menyingkir ketika anda berbicara ?

Jika demikian, mungkin anda menderita halitosis (nafas yang mengeluarkan bau tak sedap). Nah, sebelum banyak teman dan kekasih Anda berpaling, ada beberapa cara untuk memerangi masalah ini.

Salah satunya adalah dengan melakukan tes makan buah arbei. Kenapa Arbei ? Buah yang satu ini dikenal mampu menjaga kesehatan gigi anda.

Bau nafas tak sedap dapat disebabkan oleh berbagai masalah, dari yang ringan hingga yang serius. Seperti emosi misalnya, Selain itu juga gairah seksual juga berkaitan erat dengan halitosis.

Kasus lain yang dapat dilihat menurut Dr. Gifford Jones, seorang jurnalis bidang medis di Toronto, Kanada, pada penderita diabetes yang tidak diobati, umumnya mereka yang mengidap diabetes nafasnya mengeluarkan bau yang manis seperti buah. Juga bau amis ikan atau bau tikus yang sering muncul pada nafas penderita liver tahap akhir.

Beberapa kondisi mulut dan kerongkongan dapat memicu halitosis. Gusi yang terkena infeksi sering berkaitan dengan halitosis. Infeksi sinusitis (saluran lubang hidung ke rongga kepala) dapat mengeluarkan bau tak sedap dari ingus ke bagian belakang tenggorokan. Infeksi tonsil (amandel) dan bronchitis dapat memicu kerunyaman bau yang sama.

Tetapi pada keadaan wajar nafas tak sedap terjadi saat kandungan asam amino (dinding protein) rusak karena adanya bakteri yang mengembangkan sebuah lingkungan bebas oksigen. Ini menghasilkan campuran gas yang berbau tak sedap.

Makanan seperti bawang merah dan bawang bombai sangat dikenal dapat memicu sindrom bau nafas. Setelah makanan ini dicerna dan terserap ke dalam aliran darah, dibawa ke paru paru dan menambahkan bau pada nafas hingga keluar dari tubuh. Sepermilyar ons bawang dapat dideteksi oleh indra pembau kita.

Jurnal Asosiasi Medis U.S (The Journal of the American Medical Association)
menyatakan bahwa terlalu sering menggunakan selenium dapat mengakibatkan halitosis. Selenium sulfide biasa digunakan untuk perawatan ketombe. Bahan kimia ini juga ditemukan pada beberapa jenis lipstik.

Ada sebagian orang yang memiliki sedikit kandungan air liur, umumnya air liur membantu membersihkan mulut. Air liur yang jumlahnya tidak mencukupi dapat menimbun sel mati pada lidah dan gusi, yang dapat mengakibatkan bau. Karena mulut semakin kering saat tidur, maka bau nafas di pagi hari menjadi kurang segar. Merokok dan pengobatan tertentu juga dapat menurunkan jumlah air liur.

Langkah terpenting untuk menyingkirkan halitosis adalah dengan meningkatkan kesehatan gigi. Tapi ini tidak berarti sekedar menyikat gigi tiga kali sehari sehabis makan. Teman-teman anda mungkin masih memalingkan kepala bila anda tidak menyertainya dengan tes makan buah arbei. Jangan lupa untuk menyikat lidah juga, karena kebanyakan orang tidak mau melakukannya

Lidah mengandung alur-alur di mana sisa-sisa kotoran terkumpul dan banyak gas mengambang. Tes makan buah arbei memungkinkan untuk melihat adanya makanan yang terjebak di antara gigi dan membuangnya. Ini tidak hanya membantu mencegah halitosis, tetapi juga dapat bantu melindungi gusi dari gingivitis (radang gusi), yang dapat melindungi tanggalnya gigi.

Sumber Forum nya Om Kompas

PENYUNATAN atau sirkumsisi ternyata tidak serta merta dapat melindungi seorang pria dari berbagai jenis penyakit menular seksual (PMS) yang banyak ditemukan di dunia saat ini. Kesimpulan tersebut merupakan hasil riset para ahli dari Selandia Baru yang dipublikasikan dalam edisi terbaru Journal Pediatrics.

Seperti diungkap peneliti dari Universitas Otagodi Dunedin, Dr. Nigel P. Dickson, meskipun telah terdapat banyak bukti penting bahwa sunat dapat melindungi pria dari penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus) melalui hubungan seks dengan wanita, namun sejauh ini masih belum ada kejelasan atau pun bukti signifikan apakah sunat juga dapat menekan risiko para pria dari jenis penyakit menular seksual lainnya.

Untuk membuktikan teorinya, para peneliti menggelar studi jangka panjang dengan melibatkan sekitar 500 pria yang lahir antara tahun 1972 dan 1973. Partisipan ini terus dipantau sejak anak-anak hingga mereka berusia 32 tahun. Sekitar 40 persen dari partisipan tercatat menjalani sirkumsisi, sedangkan sisanya tidak.

Di antara mereka yang disunat, 23,4 persen pria dilaporkan mengidap penyakit menular seksual pada usia 32 tahun, sedangkan mereka yang tak disunat prosentase kasus PMS mencapai 23,5 persen. Jenis penyakit menular yang paling umum diderita partisipan adalah kutil kelamin atau genital warts, chlamydia dan herpes kelamin.

Peneliti mencatat tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata kasus penyakit menular seksual pada kedua kelompok, bahkan setelah mempertimbangkan sejumlah faktor seperti perilaku seksual atau latar belakang sosial dan ekonomi.

Dickson juga menyatakan ada sebuah riset lain di Selandia Baru yang mengungkapkan bahwa sunat tampaknya mampu menekan kasus penyakit menular seksual di antara pria hingga rata-rata usia 25 tahun. Namun ia menekankan bahwa riset ini dilakukan dalam skala lebih kecil, di mana rata-rata individu yang mengidap PMS lebih kecil jumlahnya di banding riset yang pertama. Selain itu, jumlah pria yang disunat pun jauh lebih sedikit.

"Walaupun alasan untuk perbedaan hasil riset kedua kelompok ini masih belum jelas, ketika hasil temuan terbaru kami dipertimbangkan dalam konteks riset berdasarkan populasi lainnya di negara berkembang, sunat tampaknya tidak tidak memiliki dampak perlindungan penting melawan penyakit menular seksual pada umumnya pada populasi ini. Kendati demikian, dampak positif sunat yang sifatnya kecil tidak bisa diabaikan," ungkap Dickson menyimpulkan.

Sperma OK Berkat Asupan Folat

BAGI Anda para lelaki, memiliki kualitas sperma yang prima hukumnya adalah wajib khususnya mereka yang tengah dalam program memiliki keturunan. Guna menjaga dan meningkatkan kualitas cairan tubuh berisi sel-sel ini, ada baiknya Anda mencoba meningkatkan konsumsi makanan yang kaya akan kandungan folat.

Petunjuk akan pentingnya kandungan folat bagi kualitas sperma diungkapkan sebuah studi yang dilakukan ahli dari Universitas California, Berkeley Amerika Serikat. Riset yang juga dipublikasikan jurnal Human Reproduction ini menyimpulkan bahwa diet yang kaya folat akan melindungi para pria dari abnormalitas sperma serta menghindarkan lahirnya anak-anak yang mengalami penyimpangan genetika.

Riset yang dipimpin Profesor Brenda Eskenazi ini berhasil menemukan indikasi bahwa konsumsi makanan yang kaya folat berkaitan dengan minimnya kadar sperma yang mengalami aneuploidi atau kesalahan jumlah kromosom.

Diperkirakan sekitar 4 persen dari sperma para pria sehat terdapat sel-sel yang mengalami aneuploidi atau membawa terlalu banyak jumlah kromosom atau bahkan terlalu sedikit. Kelainan ini dapat menyebabkan kegagalan proses kehamilan, keguguran atau pun lahirnya anak dengan kondisi seperti Down Syndrome, Turner Syndrome dan Klinelfelter Sydrom. Namun begitu, alasan mengapa spema ini dapat termutasi dalam cara seperti itu belum dapat dipahami benar oleh para ahli.

Dalam risetnya, Berkeley dan timnya menganalisa sampel sperma dari 89 pria sehat yang bukan perokok. Partisipan ditanya soal asupan sejumlah vitamin dan mineral seperti seng, folat, vitamin C, vitamin E dan beta karoten. Asupan folat yang diperoleh para partisipan berasal dari makanan yang mereka konsumsi serta dalam bentuk sintetis yakni suplementasi asam folat. Folat, yang selama ini dikenal melindungi bayi dari kecacatan lahir, banyak ditemukan pada sayur-sayuran berdaun hijau, buah-buahan serta biji-bijian.

Dari hasil riset tampak bahwa secara statistik terdapat kaitan signifikan antara asupan folat dengan rendahnya aneuploidi sperma. Pria yang paling banyak mengonsumsi folat - antara 722 hingga 1150 mikrogram sehari - tercatat memiliki 20-30 persen lebih rendah jumlah sperma yang mengalami aneuploidi di bandingkan pria yang asupan folatnya kurang.

Peneliti menekankan bahwa riset ini belum dapat membuktikan folat memiliki dampak atau pengaruh langsung terhadap kualitas sperma, melainkan semata-mata hanya menunjukkan adanya hubungan antara keduanya. Mereka juga menyatakan pentingnya riset lebih lanjut untuk meneliti faktor penyebab serta pengaruhnya.

Walau demikian, Profesor Brenda Eskenazi berpesan bahwa meski pentingnya nutrisi bagi para wanita dalam reproduksi telah dikenal luas, namun peran nutrisi pria juga memiliki arti penting.

"Dalam beberapa riset sebelumnya, kami dan peneliti lain telah mengindikasikan bahwa asupan nutrisi mikro dapat memberi kontribusi terhadap suksesnya kehamilan dengan cara memperbaiki kualitas sperma. Riset ini adalah adalah yang pertama menunjukkan bahwa diet para suami memainkan peran penting," terang Prof. Eskenazi.

Ia juga menambahkan, kalaupun riset ini diakui, rekomendasi asupan folat per hari bagi pria hingga 400 mikrogram seharusnya direvisi, khususnya bagi mereka yang tengah dalam program memiliki anak. Hal ini penting guna menurunkan risiko abnormalitas kromosom pada anak-anak yang kelak mereka miliki.

Sumber dari Om Kompas